
UNPAD telah memperkenalkan berbagai program untuk mengelola dan memanfaatkan kembali sampah anorganik. Selama dekade terakhir, universitas ini telah berhasil memproses semua sampah anorganik yang dihasilkan di kampusnya.
Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor memiliki tempat sampah khusus untuk sampah organik dan anorganik telah ditempatkan secara strategis di setiap gedung. Selanjutnya, petugas K3L melakukan pengangkutan sampah ke TPS 3R UNPAD Ciparanje menggunakan truk sampah pada hari kerja pagi hari (pukul 06:00 – 11:00 WIB) guna memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Di TPS 3R UNPAD Ciparanje, dilakukan proses pemilahan sekunder (double sorting) yang semakin menyempurnakan tata cara pengelolaan sampah.
Di TPS 3R UNPAD Ciparanje, mesin pencacah plastik beroperasi secara efisien, menangani sampah dua kali seminggu dengan kecepatan yang luar biasa, terutama dalam memproses botol dan gelas plastik. Produk yang dihasilkan adalah pelet plastik.
Universitas Padjadjaran menggunakan insinerasi sebagai proses krusial dalam pengelolaan sampah anorganik. Proses ini dilakukan di TPS 3R Ciparanje, yang menggunakan dua insinerator, yaitu insinerator konvensional dan insinerator canggih. Insinerasi dilakukan setiap hari pada sore hari (pukul 17.00 WIB). Insinerator berperan penting dalam mengolah semua jenis sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang, seperti kantong plastik, kemasan makanan, potongan logam, dan lain-lain.
Proses pembakaran sampah anorganik menghasilkan residu abu dasar yang saat ini sedang menjalani uji coba di UNPAD untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan batu bata. Abu sisa dicampur dengan semen, pasir, dan air, kemudian dicetak seperti pembuatan batu bata konvensional. Batu bata yang dihasilkan telah diuji untuk keperluan konstruksi di bangunan yang lebih kecil di sekitar area TPS 3R yang menunjukkan penggunaan kembali residu sampah anorganik secara inovatif menjadi bahan bangunan yang berkelanjutan.