
Kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran memiliki IPAL untuk mengelola limbah laboratorium dari seluruh fakultas penghasil limbah di seluruh area kampus. Air limbah yang telah diolah dari IPAL tersebut selanjutnya diolah di kolam pengolahan akhir di Ekoriparian Leuwi Padjadjaran sebelum dibuang ke danau Check Dam.
Limbah domestik yang dihasilkan dari kegiatan kampus, seperti perkuliahan, perkantoran, dan asrama, ditangani melalui sistem septic tank. Setiap gedung dilengkapi dengan septic tank, yang selanjutnya didukung oleh sistem biofilter untuk mengolah limbah tersebut. Setiap air yang melewati sistem biofilter dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk diolah lebih lanjut. Endapan atau lumpur dari septic tank dipompa keluar secara berkala dengan jadwal pemeliharaan setiap 3-6 bulan.
Universitas Padjadjaran mengoperasikan 5 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola dan mengolah air limbah domestik dan laboratorium. Proses pengolahan air limbah mengikuti protokol operasional yang ditetapkan. Limbah kimia cair yang tidak berbahaya dipilah berdasarkan jenisnya, limbah cair organik sering didaur ulang melalui distilasi, sedangkan limbah cair anorganik dinetralkan menggunakan buffer pH sebelum memasuki IPAL lokal. Sebagian besar IPAL menggunakan sistem sedimentasi untuk memisahkan limbah padat. Setelah pengolahan oleh IPAL lokal, air limbah diarahkan ke IPAL pusat yang terletak di dekat Fakultas Psikologi, di mana sistem re-aerasi digunakan untuk pengolahan lebih lanjut. Air limbah yang telah diolah kemudian dikirim ke IPAL pusat di Ekoriparian Leuwi Padjadjaran, yang berfungsi sebagai tahap akhir pengolahan sebelum air limbah dibuang ke Check Dam.
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Leuwi Padjadjaran Ekoriparian dibangun pada tahun 2023 dan diresmikan pada tahun 2024. Instalasi ini berfungsi sebagai tempat pengolahan akhir air limbah yang berasal dari seluruh area Universitas Padjadjaran. IPAL ini memanfaatkan lima tahapan pengolahan air limbah. Tahap pertama berupa kolam sedimentasi yang memisahkan limbah padat dari limbah cair. Tahap kedua berupa kolam intake yang berisi arang dan zeolit untuk menyaring sisa padatan dan lemak. Tahap ketiga berupa kolam MOL (mikroorganisme lokal) yang dilengkapi dengan bio-cord dan aerator, yang mengolah air limbah secara biologis melalui sistem aerobik, mengurangi kadar polutan dan menghilangkan bau. Tahap keempat berupa kolam indikasi yang digunakan untuk memantau kualitas air yang telah diolah sebelumnya. Terakhir, check dam berfungsi sebagai reservoir untuk menampung air yang telah diolah. Sebagai bagian dari proses upcycling, check dam ini dapat menyediakan air untuk irigasi pertanian, keperluan rekreasi, dan pengendalian banjir.
FIBUTECH adalah generator yang dirancang untuk menghasilkan Nano Bubbles, yaitu gelembung yang sangat kecil mulai dari skala nano hingga sub-mikrometer yang sering disebut sebagai gelembung halus. Salah satu keunggulan utamanya adalah efektivitas dan sifatnya yang ramah lingkungan, karena mengurangi kebutuhan akan bahan kimia sintetis. Nano Fine Bubbles menunjukkan sifat-sifat yang unik, termasuk ketahanan terhadap air, dan mampu melakukan aerasi ulang dan reoksigenasi air. Mereka memainkan peran penting dalam memisahkan kotoran, bertindak sebagai agen antimikroba, dan mendukung hidrodinamika.
Kualitas limbah cair di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) UNPAD dipantau secara berkala dengan memeriksa berbagai parameter berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Jika kadar parameter memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan, air olahan dibuang dari IPAL untuk mencegah pencemaran air, yang menegaskan kembali komitmen UNPAD terhadap praktik ramah lingkungan. Air olahan kemudian diarahkan ke reservoir yang dikenal sebagai Check Dam.
Pada tahun 2024, Unpad turut berpartisipasi dalam Festival Eco-Enzyme yang diselenggarakan oleh UIGM dalam rangka meraih rekor MURI untuk penuangan Eco-Enzyme serentak terbanyak se-Indonesia. Penuangan Eco Enzyme ini dapat bermanfaat dalam upaya pemulihan kualitas air, khususnya di Leuwi Padjadjaran Unpad. Eco Enzyme diproduksi secara mandiri oleh Unpad yang bersumber dari limbah buah yang dihasilkan di area kampus.