
Unpad bekerjasama dengan PT. Beam Mobility Indonesia menyiapkan 500 unit sepeda listrik di kampus Jatinangor. Dari 500 sepeda listrik yang disiapkan, saat ini diluncurkan 300 unit. Sepeda Listrik ini tersebar di 10 titik parkir di lingkungan kampus. Setiap unit dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan keselamatan dalam berkendara. Beam Mobility menyediakan 1 jenis armada yang dihadirkan di Unpad, yaitu Beam Rover. Seluruh armada Beam Mobility memiliki batas kecepatan maksimal 25km/jam yang dilengkapi dengan fitur teknologi IoT sehingga kondisi kendaraan dapat dimonitor secara real-time melalui aktivasi geofencing dan secara otomatis dapat mendeteksi jika terdapat permasalahan, seperti ketika diperlukan penggantian baterai. Setiap armada juga dilengkapi dengan baterai cadangan.

Sepeda kampus dimiliki Unpad dan pengelolaannya dibawah Direktorat Sarana Prasarana Unpad melalui sekretariatnya. Sepeda kampus yang dapat digunakan saat ini berjumlah sebanyak 40 unit. Sepeda memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang mobilitas di lingkungan kampus. Dengan menggunakan sepeda, memudahkan civitas Unpad untuk berpindah antar gedung dengan cepat serta menghemat waktu dan tenaga. Selain itu, sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan serta membantu mengurangi emisi karbon dan polusi udara sehingga sejalan dengan upaya kampus dalam mendukung keberlanjutan

Sepeda listrik fakultas memiliki fungsi yang sama dengan sepeda fakultas, tetapi memiliki keunggulan berupa pedal assist. Salah satu fungsi utama pedal asist adalah memberikan daya dorong tambahan saat pengendara mengayuh. Dengan sistem ini, sepeda dapat mempercepat laju tanpa memerlukan usaha fisik yang berlebihan, terutama saat menanjak atau menghadapi angin kencang. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang mungkin merasa kesulitan saat bersepeda di medan yang menantang. Jumlah sepeda listrik fakultas terbatas dan baru bisa digunakan oleh staff Unpad, tidak untuk digunakan mahasiswa.

Selain sepeda kampus, beberapa Fakultas di Unpad juga memiliki inventaris sepeda tersendiri. Pengadaan sepeda fakultas ini berbeda dengan sepeda kampus karena berasal dari hasil hibah atau kerjasama yang lebih spesifik sesuai dengan jejaring yang dimiliki fakultas. Penggunaan sepeda fakultas diperuntukkan untuk civitas fakultas saja, tidak untuk digunakan oleh civitas kampus pada umumnya. Keberadaan sepeda fakultas ini terparkir di sekitar Gedung Dekanat dan prosedur peminjamannya lebih sederhana dengan cara menghubungi petugas security yang menjaga di pos keamanan untuk kemudian dicatat dalam daftar peminjaman. Sepeda ini juga seringkali dipakai jika ada kegiatan-kegiatan internal fakultas saat Rebo Nyapedah.

i-Go Unpad sendiri merupakan komunitas bersepeda sukarela yang digagas oleh sejumlah dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad. Komunitas ini dibentuk untuk mengajak dan menggerakan seluruh civitas kampus untuk menggunakan sepeda sebagai transportasi di dalam kampus, juga sebagai transportasi dari rumah menuju kampus dan sebaliknya. Kegiatan rutin dilakukan pada hari rabu dengan nama “Rebo Nyapedah” di mana beberapa civitas kampus mengganti transportasi kendaraan bermotorrnya menggunakan sepeda selama satu hari dalam seminggu pada hari rabu. Harapannya, agar terbentuk kebiasaan baik, sehat dan tidak mengkasilkan emisi dalam menggunakan transportasi sehingga bisa saling menularkan ke civitas Unpad lainnya. Peminat kegiatan “Rebo Nyapedah” juga cukup banyak, setidaknya ada 100 civitas yang menggunakan sepeda.

Mobil buggy berfungsi sebagai solusi transportasi yang praktis dan efisien di lingkungan kampus. Dengan desain yang kompak dan kemampuan manuver yang baik, mobil buggy sangat cocok untuk area dengan jalanan sempit ketika memasuki beberapa fasilitas di lingkungan kampus Unpad. Salah satu fungsi utama mobil buggy adalah memfasilitasi mobilitas. Mobil ini dapat digunakan untuk mengangkut mahasiswa, staf, atau tamu dari satu lokasi ke lokasi lain di dalam kampus, terutama di area yang jauh atau sulit dijangkau dengan berjalan kaki.

Tampilan fisik Easy Bike sama dengan sepeda lainnya, tetapi memiliki motor di roda belakang dan dilengkapi baterai serta adaptor. Ini merupakan hasil pengembangan dari mahasiswa Unpad yang bisa diterapkan di kampus. Kelebihannya, adalah konsep menggunakan energi bersumber dari tenaga matahari. Terdapat beberapa charging station di beberapa titik di Kampus Unpad. Sumber listrik di charging station ini bersumber dari panel surya. Hal ini bertujuan supaya sepeda ini dapat menghasilkan emisi karbon yang benar-benar nol, dari pengisian dayanya nol, dari penggunaannya juga tidak menghasilkan emisi karbon jadi benar-benar sangat ramah lingkungan. Perancangnya melengkapi Easy Bike dengan GPS untuk mengantisipasi pencurian.