AREA PEDESTRIAN

Universitas Padjadjaran

Jalur lalu lintas di dalam kampus Unpad seluruhnya telah dilengkapi fasilitas pedestrian (trotoar), baik yang ada di kiri jalan, di kanan jalan, maupun di kedua sisi jalan. Sebanyak 30,006% diantaranya telah dilengkapi kanopi, sementara 69,994% sisanya belum dilengkapi kanopi. Unpad berkomitmen untuk terus menambah persentase kanopi pada seluruh pedestrian yang ada di kampus untuk menambah kenyamanan pejalan kaki dan meningkatkan minat untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor kedalam kampus.

Koridor antar gedung yang dilengkapi dengan Kanopi

Koridor penghubung gedung telah dibangun untuk menghubungkan 146 gedung akademik yang dibangun pada 2 periode yaitu periode 1985-2000 dan periode 2000-2015. Kemudian, terdapat 39 gedung lainnya yang baru dibangun setelah tahun 2015 dan belum dilengkapi dengan koridor penghubung dengan bangunan lama, akan tetapi terdapat jalur jalan yang bisa digunakan pejalan kaki.  

Jalan Landai dan Blok Pemandu yang Dirancang Sesuai untuk Pejalan Kaki Penyandang Disabilitas

Dalam rangka implementasi SDGs khususnya dalam mengurangi ketimpangan, Unpad telah menyiapkan akses bagi penyandang disabilitas dengan memberikan akses bagi pengguna kursi roda dan trotoar yang dilengkapi dengan ubin garis di beberapa titik bagi penyandang tunanetra. Dengan demikian, penyandang disabilitas bisa mengakses fasilitas yang ada di Unpad. Dari total bangunan utama yang ada di Unpad, 68,82% di antaranya sudah dilengkapi oleh fasilitas difabel.

Penerangan Lampu pada Fasilitas Pedestrian untuk Malam Hari

Fasilitas penerangan di jalan berfungsi untuk menerangi pedestrian pada saat malam hari. Pengaruh dari lampu jalan ini adalah sebagai antisipasi terhadap tindak kriminal. Karena kemungkinan kriminal yang terjadi akan lebih besar apabila kondisi pedestrian gelap tanpa lampu jalan. Penerapan lampu jalan di kampus Unpad diletakkan dengan jarak antar lampu jalan satu dengan lampu jalan lainnya sepanjang 30 meter.

Jalur Satu Arah

Untuk mendukung keamanan pejalan kaki di dalam kampus, Unpad membuat kebijakan yaitu satu jalur jalan untuk kendaraan. Kontur kampus unpad yang berbukit cukup membahayakan pedestrian jika jalan nya dibuat 2 arus, terutama saat menyebrang jalan, karena kecepatan kendaraan bermotor jadi sulit diprediksi. Kebijakan one way traffic ini juga memberikan preferensi kepada civitas kampus untuk berjalan kaki dibandingkan menggunakan kendaraan bermotor, agar tidak menempuh rute yang lebih jauh. Lebih lanjut, pemanfaatan trotoar mampu meningkatkan interaksi sosial antar para pejalan kaki khususnya mahasiswa lintas fakultas Universitas Padjadjaran.