Universitas Padjadjaran memiliki arboretum yang didedikasikan untuk konservasi berbagai spesies tumbuhan, termasuk tanaman langka dan endemik. Dibentuk sebagai implementasi SK Rektor No. 659/H6.1/KEP/HK/2008 bahwa hilangnya berbagai jenis tumbuhan Jawa Barat dan menimbang perlunya mengadakan laboratorium lapangan keanekaragaman hayati sebagai pemenuhan fungsi edukasi dan koleksi museum hidup. Seiring berjalannya waktu, lahan yang sebelumnya tanah kosong dan semak belukar pada tahun 1995 diubah menjadi hutan dengan tajuk pohon yang lebat dan rindang hingga saat ini. Arboretum Unpad ditata sedemikian rupa hingga dapat menyediakan berbagai model suksesi ekologi berupa ekosistem seperti ekosistem ladang dan hutan, ekosistem pedesaan dan sawah, habitat hewan liar, dan ekosistem perairan.

Universitas Padjadjaran juga mengelola herbarium yang berfungsi sebagai pusat penelitian dan konservasi spesimen tumbuhan dan hewan yang dikeringkan. Koleksi ini memainkan peran penting dalam studi keanekaragaman hayati dan pelestarian flora dan fauna.
Program penangkaran hewan langka juga telah dilaksanakan untuk menjaga populasi spesies yang terancam punah. Universitas Padjadjaran memiliki penangkaran burung jalak. Satwa yang dilindungi ini dipelihara dengan standar internasional untuk kesejahteraan hewan, dan mengupayakan untuk melakukan perkembangbiakan.
Unpad menyediakan kandang ternak, khususnya sapi perah dan kambing. Fakultas Peternakan Unpad memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rabbit Ranch, yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa Profesi yang bergerak di bidang budidaya kelinci hias, pedaging, penelitian, dan pemeliharaan. Rabbit Ranch awalnya dirintis oleh sembilan orang pada tahun 2006 dan resmi menjadi organisasi pada tanggal 4 September 2006. Kandang kelinci Rabbit Ranch terletak di Ciparanje, sisi utara kampus Unpad Jatinangor.
Universitas Padjadjaran berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Industri Pertanian untuk mengembangkan inovasi dan penelitian di bidang hidroponik seperti cabai, stroberi, dan melon. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan inovasi akademik dan mendorongnya ke skala bisnis untuk agrowisata. Kolaborasi pengembangan hidroponik Faperta-FTIP ini diluncurkan melalui “Bale Tatanen Padjadjaran” yang berlokasi di Green House Hidroponik Faperta Unpad. Universitas Padjadjaran juga telah mendirikan laboratorium khusus untuk penelitian bioteknologi yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan sumber daya genetik. Fasilitas ini mendukung program pemuliaan tanaman dan hewan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan berbagai lembaga konservasi, baik pemerintah maupun non-pemerintah, seperti PRBE BRIN untuk memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Kerjasama ini mencakup pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan keahlian dalam bidang konservasi. Universitas Padjadjaran juga terlibat dalam proyek penelitian kolaboratif dengan institusi global yang fokus pada konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik berkelanjutan. Selain itu, Fakultas Pertanian Unpad bekerja sama dengan program “Asian-monsoon Plant Factory System – ICHIGO (strawberry) Consortium” atau program transfer teknologi budidaya stroberi Jepang ke negara tropis dengan menggunakan rumah kaca terkontrol. Kerja sama dilanjutkan dengan perusahaan start-up Japan Premium Vegetable (JPV) dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS). Selain itu, Unpad juga memiliki fasilitas kandang tertutup untuk ayam broiler yang bekerja sama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia.