IMPLEMENTASI PROGRAM DAUR ULANG AIR

Universitas Padjadjaran

Upaya daur ulang air yang dicanagkan Universitas Padjadjaran bersifat komprehensif dan luas, termasuk penyiraman toilet di berbagai gedung penelitian, irigasi tanaman dan jalan, penyediaan air untuk mobil pemadam kebakaran, dan pencucian kendaraan.

Pemanfaatan Embung Unpad

Embung Universitas Padjadjaran - Pengairan sawah dan perkebunan
Pengairan sawah dan perkebunan

Embung Universitas Padjadjaran menampung dan menyimpan air drainase untuk irigasi di persawahan, areal penanaman, dan kebun percobaan di Kampus Unpad Jatinangor. Pompa di kolam tersebut mendistribusikan air secara khusus untuk irigasi di persawahan yang terletak di sebelah timur kampus Unpad.

Pemanfaatan Air Ekoriparian Leuwi Padjadjaran

Pengairan taman irigasi Unpad & kebun percobaan

Ekoriparian Leuwi Padjadjaran berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan sumber irigasi untuk taman dan kebun percobaan pada musim kemarau. Ekoriparian Leuwi Padjadjaran juga berfungsi untuk mengisi mobil pemadam kebakaran dengan air. Unpad bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Ekoriparian Leuwi Padjadjaran sebagai bagian dari inisiatif daur ulang air. IPAL ini memungkinkan pengolahan air sebelum mendistribusikan air olahan melalui sistem gravitasi ke Check Dam.

Teknologi Nano Bubble

Nano Bubble Technology - FIBUTECH
Nano bubble technology

Teknologi nano-bubble meningkatkan efisiensi penghilangan polutan dari limbah, meminimalkan ketergantungan pada fasilitas pengolahan, serta mengurangi biaya dan waktu pengoperasian. Teknologi ini berfungsi sebagai pemurni air yang memungkinkan penggunaan kembali air. Kampus Unpad Jatinangor menerapkan teknologi nanobubble untuk mengairi rumah kaca Bale Tatanen dan membudidayakan Ikan Koi di Ciparanje.

Rebranding Jalatista menjadi Cikahuripan

Cikahuripan

Program Jalatista Unpad dimulai pada bulan Agustus 2019. Program ini berfokus untuk menyediakan air minum kepada seluruh civitas akademika Unpad, sambil menerapkan praktik ramah lingkungan guna memenuhi mengurangi limbah kemasan minuman plastik. Pada tahun 2023, Program Jalatisa melakukan rebranding menjadi Cikahuripan. Nama Cikahuripan dipilih sebagai simbol baru yang mencerminkan filosofi lokal dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Air minum Cikahuripan diproduksi menggunakan teknologi reverse osmosis. Saat ini, terdapat 11 lokasi Cikahuripan: 10 di luar ruangan dan 1 di dalam ruangan. Stasiun Cikahuripan luar ruangan dapat ditemukan di Gedung Rektorat, Bale Santika, Masjid Raya Unpad, GOR Jati Padjadjaran, serta di berbagai fakultas di Unpad. Program maintenance Cikahuripan juga dilakukan secara rutin dan terus menerus, penggantian filter dilakukan untuk menjaga kualitas air minum.

Pemanfaatan Sistem Rainwater Harvesting

Sistem rainwater harvesting

Pemanfaatan pemanenan air hujan mekanis di Unpad telah meningkat secara signifikan. Kawasan penelitian Pedca Utara merupakan salah satu fasilitas yang telah menerapkan mekanisme ini. Terdapat beberapa fasilitas penelitian yang berada di kawasan ini, antara lain Print G, Fakultas Pertanian, Bale Tatanen, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Laboratorium KNKT, dan Fakultas Teknik Industri Pertanian. Pemanenan air hujan berbasis atap telah banyak diterapkan dalam kegiatan penelitian di kawasan ini. Pemanenan air hujan ini memiliki berbagai tujuan, antara lain untuk memenuhi kebutuhan penelitian dan memudahkan tugas-tugas seperti menyiram toilet dan mencuci kendaraan.

Pemanfaatan Sistem Surface Runoff Harvesting

Kolam Retensi

Selain menampung air hujan dari atap bangunan, limpasan permukaan dari permukaan tanah juga dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau atau kekurangan air. Limpasan yang dipanen dapat diperoleh melalui limpasan langsung selama hujan atau dengan pengalihan aliran air alami dan kemudian dikumpulkan di kolam pertanian atau perikanan, di mana ia dapat berfungsi sebagai kolam retensi atau penyerapan.