PROGRAM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)

Universitas Padjadjaran

Universitas Padjadjaran telah melakukan berbagai inisiatif untuk menerapkan program 3R (reduce, reuse, recycle) di lingkungan kampus. Selama satu dekade terakhir, UNPAD telah membangun sistem pengelolaan sampah tertutup dan terpadu yang menganut prinsip 3R. Sistem ini meliputi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang telah ditetapkan dan mampu mengolah hampir seluruh sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus secara efektif, kecuali sampah beracun. UNPAD juga didukung oleh petugas kebersihan dan petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3L) yang secara konsisten memastikan pengelolaan sampah yang baik dan menyeluruh

Kampanye 3R

Universitas Padjadjaran sangat mengutamakan kelestarian lingkungan dengan aktif menerapkan konsep 3R dan mempromosikan inisiatif ini melalui kampanye media sosial dalam ranah fakultas, organisasi mahasiswa, maupun ruang publik. Selain itu, mahasiswa didorong untuk menggunakan botol minum dan tas jinjing yang dapat digunakan kembali sehingga dapat mengurangi sampah plastik yang dihasilkan di kampus secara signifikan.

Topik Keberlanjutan Lingkungan

Mata Kuliah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK) di Universitas Padjadjaran secara signifikan meningkatkan kreativitas, kepemimpinan, dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara langsung. Mata kuliah ini merupakan persyaratan wajib bagi semua mahasiswa baru dan telah melibatkan mahasiswa selama 7 tahun terakhir. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), dengan fokus khusus pada tujuan 3, 6, 7, 12, 13, 14, dan 15. Ini mencakup upaya untuk mempromosikan keberlanjutan dan pengelolaan limbah yang efektif di lingkungan universitas. Selain itu, SDGs terintegrasi ke dalam 3.409 mata kuliah di berbagai departemen yang mencakup pengabdian kepada masyarakat, mata kuliah akademik, dan kegiatan penelitian.

Pemanfaatan Kembali

Universitas Padjadjaran menghasilkan berbagai jenis limbah, termasuk bahan organik dan anorganik, yang dapat digunakan kembali menjadi barang-barang praktis. Salah satu inisiatif daur ulang yang terkenal melibatkan konversi sisa bahan kayu dan logam menjadi tempat sampah fungsional. Hampir 50% dari upaya daur ulang ini dilakukan di dalam kampus universitas dan tempat sampah tersebut digunakan kembali sebagai wadah untuk limbah.

Pengelolaan Sampah dan Limbah

Universitas Padjadjaran memiliki sistem pengelolaan sampah yang tertutup dan efisien yang meliputi pemilahan dan pemrosesan, secara efektif mengelola volume sampah yang besar ini. Setelah sampah dipilah, sampah diangkut secara efisien dengan truk yang ditunjuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R yang terletak di Ciparanje. TPS 3R berfungsi sebagai pusat pemrosesan tempat sampah menjalani berbagai pengolahan untuk memaksimalkan pemulihan sumber daya dan meminimalkan dampak lingkungan.

Penggunaan Kembali

Beberapa jurusan di Unpad juga telah menerapkan pemanfaatan kembali limbah yang dapat digunakan untuk keperluan perkuliahan seperti praktikum dan penelitian. Di jurusan Biologi misalnya, mahasiswa diminta untuk mengumpulkan limbah botol kaca untuk keperluan praktikum dan membuat beberapa kerajinan biologi seperti terarium yang dapat dijual. Hal ini mendorong mahasiswa untuk menyadari pentingnya 3R dan juga mendorong mereka untuk berkreasi dengan sumber daya yang ada di sekitar mereka.

Pengelolaan Sampah dan Limbah

Universitas Padjadjaran telah menjalin kemitraan berkelanjutan dengan sejumlah bisnis penyewa gedung kafe di sekitarnya. Kolaborasi ini merinci hak dan tanggung jawab terkait gedung yang meliputi pengelolaan limbah, penggunaan material dan peralatan, serta pembatasan penggunaan plastik dan styrofoam. Melalui perjanjian ini, para mitra bisnis ini berpartisipasi aktif dalam inisiatif konservasi lingkungan Universitas Padjadjaran yang berkontribusi pada upaya universitas untuk mempromosikan keberlanjutan dan praktik lingkungan yang bertanggung jawab.